Makna Filosofis Macam-Macam Hidangan Imlek

Bagi masyarakat Cina, setiap tahun Imlek selalu identik dengan angpao, kue keranjang, dan beraneka ragam manisan. Tidak ketinggalan bandeng berukuran besar yang akan diolah menjelang pergantian tahun.

Ternyata hidangan yang disajikan pada perayaan Imlek biasanya berjumlah minimal 12 masakan dan 12 macam kue. 12 macam makanan ini melambangkan shio. Diantaranya yang mewakili lambang- lambang tersebut adalah:

Mie melambangkan panjang umur dan kemakmuran

Kue lapis legit yang melambangkan rezeki yang berlapis- lapis


Kue mangkok, kue maho, dan kue keranjang. Biasanya kue keranjang disusun diatas kue maho dan kue mangkok yang diberi warna merah diatasnya. Harapan yang terkandung adalah agar memiliki kehidupan yang manis dan kian menanjak seperti kue mangkok.


Manisan kolang kaling dimaksudkan agar selalu memiliki pikiran yang jernih

Agar- agar bentuk bintang merupakan simbol kehidupan yang terang


Camilan umumnya, seperti kwaci, kacang dan permen.

Asinan dari biji semangka atau labu kuning ini sering menemani saat-saat berbincang di tengah keluarga ketika merayakan Imlek. Arti dari sajian biji-bijian ini adalah memiliki keturunan yang banyak.

 
Ayam atau bebek yang utuh (semua dengan segala bagian dari darah dan lain-lain ada) sebagai simbol untuk udara.

 
Ikan sebagai simbol dari air - Ini bisa ikan emas ikan bandeng atau ikan salmon (ikan pai tu di daerah singapore) semacam ikan yang bulat dan yang dapat hidup dilaut dan disungai.

Kepala babi sebagai simbol dari tanah.


Jeruk mandarin besar menggambarkan kekayaan, sedangkan jeruk jenis kecil menggambarkan keberuntungan karena kedua jenis jeruk ini adalah buah yang berlimpah-limpah di Cina.


Mie yang panjang, tidak mudah putus menggambarkan panjang umur. Dalam setiap perayaan, mie selalu hadir sebagai wujud harapan untuk diberi umur yang panjang. Kabarnya, saat makan mie ini tidak boleh dipotong melainkan disantap sampai ujung terakhir!

Lobak disebut cai tou yang juga berarti good luck. Saat perayaan Tahun Baru Cina, sajian lobak menjadi wujud harapan baru untuk beruntung di tahun yang akan dijalani.


Tahu tausi, puding tahu, dan banyak lagi kuliner Cina yang menggunakan tahu, namun tahu putih tidak disajikan dalam sajian Imlek karena warna putih berarti kematian atau kesialan. Ini yang perlu Anda ingat, jangan menghidangkan menu tahu saat perayaan Tahun Baru Cina.

Seluruh hidangan ini selanjutnya didoakan bersama-sama seluruh keluarga agar diberi berkah oleh para arwah leluhur yang akan menyantap hidangan yang disajikan.


You have read this article with the title Makna Filosofis Macam-Macam Hidangan Imlek. You can bookmark this page URL http://venusloves.blogspot.com/2012/01/makna-filosofis-macam-macam-hidangan.html. Thanks!